Kenaikan Tdl Ditangguhkan Hingga Desember 2015

Pemerintah resmi membatalkan rencana peningkatan tarif listrik hingga dengan Desember 2015. Sehingga dengan demikian tidak ada kenaikan TDL tahun 2015 menyerupai yang pernah diungkapkan pemerintah karenanya terwujud juga.

Kepastian penundaan tarif listrik naik tahun 2015 untuk kelompok konsumen rumah tangga dengan daya 1.300 Volt Ampere (VA) dan 2.200 VA disampaikan oleh Sofyan Basir selaku Direktur Utama PLN Perusahaan Listrik Negara menyerupai pemberitahuan yang dilansir dari jpnn.com.

Pemerintah resmi membatalkan rencana peningkatan tarif listrik hingga dengan Desember  Kenaikan TDL Ditunda Sampai Desember 2015

Kenaikan TDL Golongan Rumah Tangga 1.300 VA dan 2.220 VA Ditunda


Pada pemberitahuan dan pemberitaan sebelumnya dibilang bahwasannya PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) membatalkan peningkatan Tarif Dasar Listrik (TDL) untuk 12 golongan. Kenaikan tarif yang sedianya akan dijalankan per satu Januari 2015 kemudian itu tak jadi diberlakukan alasannya aba-aba eksklusif dari Presiden Joko Widodo.

‎Direktur Utama PT PLN, Sofyan Basir mengatakan, pertimbangan utama Presiden yaitu keadaan masyarakat. "Masyarakat agak berat dengan adanya peningkatan harga materi bakar minyak," kata Sofyan, menyerupai dikutip dalam tempo.co di bulan januari yang lalu.

Sehingga dengan demikian maka tarif listrik bagi konsumen rumah tangga kecil daya 450 VA dan 900 VA, bisnis dan industri kecil serta konsumen sosial juga tidak mengalami peningkatan pula di tahun 2015 ini.

Direktur Utama PLN Sofyan Basir menyampaikan penundaan penerapan modifikasi tarif bagi konsumen rumah tangga 1.300 VA dan 2.200 VA ini, dengan aneka macam pertimbangan. Dimana konsumen kelompok tersebut telah mengalami peningkatan tarif listrik secara sedikit demi sedikit sejak Juli-November 2014.

"Sehingga total jumlah konsumen yang tidak mengalami peningkatan tarif sekitar 97 persen dari sekitar 58 juta konsumen PLN. Penundaan peningkatan tarif listrik juga untuk mengendorkan beban ekonomi konsumen di kedua kelompok tersebut," ujar Sofyan di kantornya, Jakarta, Selasa (7/4) dikutip dari jpnn.

Dengan penundaan peningkatan tarif listrik hingga Desember 2015 maka hal ini akan memiliki pengaruh pada pendapatan PLN, alasannya pendapatan perseroan ikut menyusut dari segi pemasaran tenaga listrik.

"Konsekuensi berkurangnya pendapatan PLN dari pemasaran tenaga listrik," sebutnya.

Namun Sofyan enggan menyebut berapa besarnya kelemahan pendapatan yang mau didera oleh perseroan alasannya menangguhkan menaikan tarif listrik. Untuk menutupi kurangnya pendapatan tersebut, PLN akan menjalankan langkah strategis.

“Itu akan ditutup dengan menjalankan efisiensi. Di antaranya mengubah pembangkit listrik berbahan bakar minyak dengan bembangkit berbahan bakar gas dan batubara," tandas mantan bos PT BRI ini.

Post a Comment

0 Comments